Produk Halal

Fatwa Halal

Berita Halal

Recent Posts

Indonesia Jadi Rujukan Halal di 24 Negara

6:58 AM Add Comment
Indonesia Jadi Rujukan Halal di 24 Negara - Indonesia  memiliki peran penting dengan menjadi rujukan dalam penentuan halal. Ini karena penetapan halal di dunia masih bervariasi dan banyak versi. Indonesia hadir menjadi penengah atau bahkan pelopor untuk menentukan proses penetapan halal yang benar. Yaitu, dengan menggabungkan kelompok ilmuwan dan ahli fiqih.



Standar halal Indonesia pun sekarang sudah dijadikan rujukan untuk 24 negara. Terakhir Rusia, menyatakan ingin mengikuti standar halal Indonesia. "Ini merupakan bukti, respon internasional sendiri juga sangat positif," ujar Presiden Dewan Pangan Halal Dunia (WHFC) Lukmanul Hakim di Semarang, Sabtu (23/3).

Saat ini, jelas dia, perdagangan produk pangan halal kini tidak dapat dipandang sebagai sesuatu yang eksklusif. Namun sudah berpeluang mendominasi perdagangan dunia. Perdagangan produk pangan halal dunia dewasa ini sudah mencapai 630 miliar dolar. Atau mendekati 50 persen perdagangan pangan dunia yang mencapai 1,3 triliun dolar. Ini dapat diartikan perdagangan halal ini sudah menjadi perdagangan global dan tidak lagi eksklusif.

"Dulu perdagangan halal ini dianggap sangat eksklusif dan hanya untuk orang Islam," ujarnya.

Sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim, Indonesia diminta dapat memanfaatkan peluang ini. Karena dalam waktu singkat, pangan halal akan mendominasi perdagangan internasional. Misalnya, Amerika Serikat dan Australia yang fokus menggarap perdagangan halal. "Tak ketinggalan beberapa negara Uni Eropa juga sudah membuat standar halal," ujarnya.(Kabar Halal)

Industri Halal di Cina Menggeliat

6:57 AM Add Comment
Industri Halal di Cina Menggeliat - Muslim China terus membangun dan memperkokoh eksistensinya dengan mengembangkan industri halal untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor.



"Sudah lebih dari 10.000 pabrik, restoran makanan dan minuman yang menerima sertifikat halal," kata Ketua Komisi Makanan Halal Ningxia, Wang Shengjun, di Yinchuan, ibukota propinsi Ningxia, ketika menerima para wartawan Indonesia dan Malaysia, Selasa.

Selain itu, lanjut dia, Ningxia punya dua kawasan industri halal di Wuchong, salah satu kota di provinsi itu. Nilai produk halal di Ningxia telah mencapai 50 juta yuan atau senilai Rp70 miliar.

Ningxia adalah provinsi di China yang mendapatkan otonomi sejak tahun 1958 karena etnis Hui identik dengan Muslim dan merupakan mayoritas dari 35 etnis China lainnya yang hidup di Ningxia. "Dari 6,3 juta warga yang tinggal di Ningxia, 2,25 juta atau 38 persen merupakan etnis Hui yang Muslim, sisanya adalah etnis Han, dan etnis China lainnya," kata Wang Shengjun.

Industri halal Ningxia terus melebarkan sayapnya ke pasar domestik, bahkan penerbangan dari Beijing ke Urumqi, atau Beijing ke Yinchuan, ibu kota Ningxia, makanan di pesawat semuanya sudah berlabel halal. "Bukan hanya domestik, kami sudah bekerja sama dengan industri halal Arab Saudi, Qatar, Mesir dan Malaysia untuk saling mengakui sertifikat halal sehingga produk kami dapat masuk ke pasar mereka, begitu juga sebaliknya," kata Wang Shengjun.

Ketika ditanya mengapa dengan Indonesia belum, dia mengakui hubungan industri halal dengan Indonesia baru saja dijajaki. "Kami baru mulai kerja sama internasional sejak tahun 2008, tetapi dengan Malaysia sudah sejak tahun 2006. Kami sudah berkunjung ke Indonesia. Kami mau kerja sama dengan industri halal Indonesia karena Indonesia adalah penting bagi kami," tambah ketua komisi industri halal Ningxia.

Industri halal Ningxia sudah dilengkapi dengan laboratorium yang paling canggih di China didukung 15 pakar, 300 staf.
"Biaya untuk mendapatkan sertifikat halal sangat murah, yakni hanya 3.700 yuan atau Rp5,1 juta," katanya. Walau sudah banyak perusahaann memiliki label halal namun sewaktu-waktu petugas akan datang ke pabrik dan meninjau proses produksi mereka.(Kabar Halal)

Produk Halal Indonesia Mulai Mendunia

6:54 AM Add Comment
Produk Halal Indonesia Mulai Mendunia - Aneka produk halal Indonesia terus diperkenalkan ke pasar internasional melalui pameran-pameran besar di luar negeri, seperti Mihas 2016 di Kuala Lumpur, Malaysia. Pameran ini banyak dikunjungi para pembeli mancanegara.



"Dengan mengikuti pameran tersebut diharapkan masyarakat internasional makin mengenal produk-produk halal Indonesia," kata Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, Fajarini Puntodewi di Paviliun Indonesia dalam pameran Mihas 2016, Rabu (30/3).

Menurut dia, keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini terbilang sukses karena aneka produk halal dari produsen menengah maupun besar mampu meraih transaksi cukup besar. Dalam beberapa tahun terakhir ini, transaksinya terus meningkat dan jenis produk yang diminati konsumen mancanegara juga terus bertambah. Ini menunjukkan kualitas, harga maupun kemampuan berproduksi mampu bersaing dengan produk halal dari negara lain.

Pada 2013, hasil transaksi baru sekitar satu juta ringgit dan 2014 meningkat menjadi 2 juta ringgit dan bahkan pad 2015 mencapai 2,5 juta ringgit Malaysia setara Rp 8 miliar.

"Sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini, hasil transaksi menunjukkan tren meningkat, dan tahun 2016 diharapkan diatas 2,5 juta ringgit," ucap dia.

Produk halal Indonesia yang kerap mendapatkan transaksi bagus di antaranya produk makanan dan minuman olahan, produk kesehatan dan kosmetika. Sementara itu, para peserta pameran yang berasal dari sejumlah daerah di Tanah Air merasakan besarnya manfaat keikutsertaan dalam pameran ini di samping meraih penjualan tapi juga dapat mempelajari perkembangan produk dari negara lain yang ikut dalam pameran tersebut.

Hajjah Sulami Bahar, pengusaha produk makanan olahan dari buah-buahan merasakan betapa besarnya ikut pameran ini, karena dapat bertemu dengan para pembeli potensial dari mancanegara. "Hari ini cukup banyak pengunjung yang singgah untuk mengetahui produk-produk yang ditawarkan. Bahkan ada seorang pengusaha asal China yang ingin membeli dalam partai besar produknya. Dia mau beli hingga 10 kontainer," kata dia.

Senada disampaikan Katrin, pengusaha bawang goreng berdomisili di Jakarta yang mendapatkan pesanan untuk Jepang.
"Nanti pembeli tersebut akan melihat pabrik kami untuk memastikan sejauh mana kemampuan produksinya," ucap dia sambil menjelaskan produk bawang gorengnya ini telah mendapatkan pasaran kuat di dalam negeri dan dijual di pasar swalayan besar di Tanah Air.

Dalam pameran The 13th Malaysia International Halal Showcase (Mihas 2016), Paviliun Indonesia berukuran cukup luas sehingga mampu menampung 30 perusahaan dari kalangan UKM dan beberapanya industri besar. Sejumlah UKM yang ambil bagian dalam pameran Mihas 2016 ini di antaranya berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, DKI Jakarta atau pun Riau.

Produk yang ditawarkan mulai dari makanan dan minuman olahan, produk kesehatan dan kosmetika. Pameran Mihas 2016 berlangsung sejak 30 Maret hingga 2 April dan berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC)(Kabar Halal)

LPPOM MUI Mulai Kenalkan Sertifikasi Halal Online

6:51 AM Add Comment
LPPOM MUI Mulai Kenalkan Sertifikasi Halal Online - Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) pusat maupun provinsi mulai menyelenggarakan pengenalan program layanan sertifikasi halal berbasis online Cerol-SS23000 di Hotel Mercure, Ancol (16/5).

Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim menyatakan, peningkatan kualitas pelayanan oleh LPPOM MUI harus dilakukan, karena dalam waktu dekat akan menghadapi beberapa ketentuan baru dalam bidang sertifikasi halal, salah satunya pemberlakukan Undang-undang (UU) no. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH).

Program pengenalan Cerol-SS23000 merupakan salah satu dari langkah LPPOM MUI dalam meningkatkan kualitas, dan kompetensi yakni penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya masyarakat (SDM) dan implementasi (pelaksanaan) teknologi informasi, demikian laporan LPPOM MUI yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).



Ketua Umum MUI, Ma’ruf Amin menyatakan dalam sambutannya, pelayanan yang cepat, mudah, murah dan professional kini telah menjadi tuntutan masyarakat. Dan untuk mencapai tujuan implementasi pelayanan sertifikasi halal berbasis online menjadi sebuah keharusan.

Oleh karena itu, LPPOM MUI provinsi diharapkan mampu menerapkan program tersebut, agar sertifikasi halal berbasis online tidak hanya berpusat di LPPOM MUI pusat.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas perlunya membangun kesamaan sikap dan visi di antara seluruh jajaran pengurus LPPOM MUI, baik di pusat maupun di daerah agar tugas pelayanan sertifikasi halal kepada masyarakat dapat tercapai secara optimal.(Kabar Halal)

Kemenpar Akan Keluarkan Aturan Standar Wisata Halal

6:50 AM Add Comment
Kemenpar Akan Keluarkan Aturan Standar Wisata Halal - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan segera meluncurkan peraturan tentang standarisasi wisata halal yang selama ini belum ada sehingga pelaku bisnis mengalami kesulitan termasuk ketika menjelaskan definisi halal di Indonesia kepada wisatawan asing.


Salah satu pelaku bisnis, Farida Ningsing dari Cheria Travel menuturkan, karena masyarakat Indonesia yang beragama Muslim merasa tidak perlu mencantumkan label halal di restoran. Hal ini berbeda jika di luar negeri.

Menurut Farida yang sudah menggeluti bisnis pariwisata halal selama lima tahun, pencatuman logo halal merupakan hal yang penting agar membantu wisata halal untuk berkembang. Diharapkan hal itu mampu mendatangkan wisatawan asing yang menggunakan paket wisata halal, demikian dilaporkan oleh Hal Halal yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis (19/5).

Selain standar halal yang belum jelas, menurutnya aspek kebersihan dan keamanan di tempat wisata pun belum begitu terjamin. Seperti banyaknya duri dan beling di pantai membuat para wisatawan jadi enggan untuk pergi ke pantai.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kemenpar, Susanti mengatakan, pihaknya akan segera mengeluarkan peraturan menteri tentang standarisasi wisata halal.(Kabar Halal)